Salah...kata itu yang ku katakan ketika seorang teman Curhat tentang hub.nya dengan seseorg yang telah memiliki pasangan. aku sedih melihatnya....namun tatkala aku termenung aku kembali merunut semua apa yang telah ku lakukan di sepanjang kehidupanku apakah aku lebih baik dari dia..........
Agh........jawabannya tidak.......
Aku tidak lebih baik dari dia, kalau begitu kenapa aku harus menyalahkan dia?
Aku juga tak berhak menasehati dia dengan kata2 yang sok bijaksana......
Namun aku tetap melakukannya.......
Aku gamang,,,,,,,,
Rasanya aku tak mengenali diriku sekarang....
Aku begitu jauh terseret arus kesaKIT HATIAN AKIBAT KEHILANGAN SOSOK pria yang mestinya membimbingku malah menjauhiku sehingga aku mencari semua perhatian di setiap pria yg ku temui....
dasar JALANG...........ku raungkan kata itu berulang kali di depan kaca, kembali kutatap wajahku,
tak ada lagi sinar yang terpancar hanya kuyu, muka bertabur dosa....
Hina,,,,
Agh...........aku masih meraung ketika ku dengar sebuah tawa dari belakangku,
"Hahahahahaha..........kenapa menyesal baru sekarang?"
"Tak taukah kau sudah berapa banyak hati perempan yang kau sakiti saat kau tertawa bersama para PRIA mereka??????"
"Jangan menangis,,,akuilah kalau kau menyukainya"
(Suara itu menggema di setiap sudut kamarku)
"iya,aku menyukainya,,,,,Aku menikmatinya" (Jawabku dengan senyum sinis menatap ke dalam cermin yang hanya menampakkan bayangan kosong)
"terus kenapa kau masih di sini menagis?" (suaranya terkekeh)
Aku tak menangis.......aku hanya bertanya tentang benarkah semua ini????,jawabku setengah bertanya.
"Menurutmu" (suara itu kembali bertanya sambil mengamatiku lebih teliti)
"Hahahahahaha..............",Aku tertawa.
"Hahahahahahaha,kembali suara itu menggema......"Bagaimana??????
Aku berbalik ingin menatap muka pemilik suara itu
sosok itu berwarna hitam menyerupai bayangan.............yapz....dia hanya bayangan yang di hasilkan dari pancaran diriku yang terkena cahaya.
"Aku.........tidak bersalah.........mereka yang mendatangiku, mereka butuh bantuanku,mereka tak merasa puas dengan pasangan mereka, salahkah kalau aku menjadi pelengkap kebahagiaan mereka????" ujarku dengan tatapan sinis dan seringai senyum bak musang betina.
"Hem..terus...............?????????" seru suara itu
"Yah...........semua yang kulakukan adalah wajar, kami Hanya TTM ,jawabku lagi
"TEMAN TAPI MESUM???????????",ucapnya berbisik
"itu menurutmu,,,itu hanya bagian dari alur kesenangan hidup.wajar kalau semua bisa menikmatinya........buktinya mereka semua tetap bersamaku,tak ada keluhan dari mereka,,,karna aku sempurna,aku memberikan kesempurnaan dalam hubungan rumah tangga mereka yang hambar, togh aku tidak memberika sesuatu yang menjadi tupoksi sang istri,,,Aku hanya aku...aku hanya memberikan hati yang tulus untuk semua galau yang di akibatkan ketidak puasan dan masalah rumah tangga yang tak di bisa di bicarakan bersama sang istri".....ucapku panjang lebar.
"kamu yakin???????",tanyanya lagi
"Iya............aku tak pernah meminta mereka bersamaku selamanya, aku juga tak pernah mengurusi hub.mereka dgn keluarga mereka,,,,mereka nyaman padaku,aku tak mau merusak kebahagiaan mereka dengan mengusir mereka pergi,
Mereka PECINTA dan AKU butuh CINTA........."ujarku penuh senyum.
"terserahlah........itu hidupmu maka jalani sesuai kehendakmu karna kau tidak akan bisa mendapatkan kesempatan seperti ini dua kali" (suara itu tiba-tiba menghilang setelah mengucapkan kata itu).
Aku terduduk, tak ada gunanya aku menangis,aku hanya ingin menikmati hidup dengan caraku,,,,,,,,,bisikku dlm hati.........
(Sebuah renungan u/ di pertanyakan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar