DLA

denganku lebih asyik,,,,,,,,menghabiskan waktu sendiri sungguh sangat tidak mengenakkan,pastinya setiap org pernah merasa sendiri,rasanya huft...tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata,maka dari itu di sini aku menawarkan,pertemanan persaudaraan agar yang merasa sendiri tak lagi kesepian

Selasa, 01 November 2011

Mama Besi atau kapas...??

Kali ini kembali ku dengar tangisnya pecah walau hanya di telpon namun itu membuatku terluka, mamaku hari ini kembali menangis menangis karna perbuatan adikku, agh...........tak apalah aku bercerita bukan maksud untuk membuka aib tapi semoga bisa menjadi renungan buat kita semua.....
Semua karna seorang laki-laki, dia telah merebut adikku dari kami, membuatnya berani melawan bahkan menggertak mama jika di nasehati tentang laki-laki pilihan hatinya itu. dulunya masih bisa di kendalikan tapi kali ini sudah tak bisa, semuanya sudah pada puncak konflik sampai akhirnya tadi siang adikku tercinta meninggalkan rumah tanpa membawa apapun....bahkan STNK dan Kunci motornya dia simpan,,,,, mamaku menelpon menceritakan semuanya, aku hanya bisa mengusap muka tak tau mesti bagaimana, belum lagi mama sehat kembali mama di beri cobaan lain kali ini dari orang terkasih.
Aku terpancing emosi mengeluarkan rentetan umpatan kasar yang ku tunjjukan untuk adekku, bukannya mama mendukungku malah dia mengatakan kalau aku tidak boleh seperti itu........
Agh........mama, kenapa untuk adikku kau selalu punya sisi kelembutan seperti kapas sedang padaku kau kuat laksana besi, mama........semuanya telah berakhir biarkan adikku pergi memilih jalannya sendiri, tapi kau malah membalasku dengan tangisan dan sebuah ucapan " Nak, mama mungkin akan rela membiarkan adekmu pergi seandainya mama tidak setengah mati merawat kalian, tapi untuk saat ini mama tidak bisa, mama masih merasakan sakit saat melahirkan dan membesarkan kalian".
agh.........Mama, jangan memikirkan orang yang tak pernah memikirkan mama....jawabku lagi.
"mama tidak akan fikirkan adikumu jika mama sudah berhenti bernafas"....
Tidak........ku pukul meja di depanku, tak kurasakan nyeri di tanganku namun perih ku rasakan di dadaku, mengapa seperti ini, kenapa ada ibu seperti mamaku,
Agh.......mama,
Ku lukis wajahmu dalam ingatanku, sekurus apa engkau sekaranng?, sepucat apa kau saat ini dan seberapa menderita kau kali ini.........?
Mama...........maaf ku tutup telponmu, bukan karna aku bosan mendengar suaramu tapi karna tangisku baru saja pecah...aku tak ingin kau tambah menangis karnaku pula....MAMA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar